Pergaulan bebas sudah menjadi masalah yang dihadapi paa remaja, mereka harus bisa menyaring mana yang positif dan mana yang negatif, jangan sampai kita terkena dampak negatif dari pergaulan bebas yang akan merugikan diri kita sendiri. Sekarang ini pergaulan bebas sudah banyak masuk di Indonesia, khususnya pergaulan bebas ke barat-baratan, dunia barat yang sering masuk membuat moral bangsa sedikit rusak, akibatnya banyak terjadi kejadian seperti tindakan yang tidak di inginkan di kalangan remaja saat ini.
Nah membahas tentang perilaku yang tidak diinginkan, di sebuah daerah yaitu di kabupaten paser, Kalimantan timur terdapat kasus yang membuat prihatin, seperti yang dilansir oleh Jpnn.com (Jumat, 12/05/2017). Kasus ini adalah kasus yang menimpa seorang siswi SMA yang berinisial SZ yang masih berusisa 16 tahun, dia adalah korban pemungkiran yang dilakukan oleh TK yang ststus nya bapak dari 3 anak.
Image: ilustrasi : pojoksatu.id
Kronologi kasus ini adalah saat TK sering main ke rumah SZ yang diketahui dekat dengan orang tua SZ, saat itulah TK mulai mengetahui keberadaan SZ dan mulai mendekati anak SMA tersebut. Setelah berhasil mendekati SZ akhirnya Tk mulai melakukan perbuatanya hingga membuat SZ kini berbadan dua, diketahui TK telah melakukan hal ini selama satu tahun lebih saat SZ masih berusisa 15 tahun. Selain itu korban yang tidak berani melaporkan hal ini kepada orag tua menjadi salah satu penyebab kasus ini semakin rumit. Hingga akhirnya keluarga mengetahui keadaan korban lantaran perut yang semakin membesar, akhirnya korban mengakui bahwa TK adalah yang membuat kejadian tersebut. Karena tidak terima dengan perlakuan TK kemudian orang tua SZ melaporkan kejadian ini ke ranah hukum agara membuat TK masuk bui dan mempertanggung jawabkan perbuatanya, “Tersangka melakukan sejak 5 April 2016, saat usia korban masih 15 tahun di sebuah pondok yang berada di Dusun Rantau Belimbing, Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali. Selama ini, korban tidak memiliki keberanian melapor, hingga akhirnya dinyatakan hamil,” ucap Danang seperti yang dilansir oleh Jpnn.com (Jumat, 12/05/2017).
Selain itu rumah korban yang berdekatan dengan pelaku juga membuat pelaku dengan mudah melakukan hal tersebut, selain itu pihak kepolisian juga masih meminta keterangan korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut, selain itu orang tua korban juga menuntut pelaku untuk di hukum seberat-beratnya.
Nah semoga kasus diatas ini menjadi pelajaran bagi kita semua khusus nya para perempuan agar hati-hati dalam bergaul, selain itu peran orang tua juga sangat membantu jika mereka selalu mengawasi anaknya tersebut supaya bisa menghindari hal ini terjadi. Sekian dulu sobat UC maaf kalau ada kat-kata yang kurang berekenan mohon untuk di maafkan.
